Imbauan Bekerja Dirumah Oleh Jokowi, Akibat Virus Corona

Dengan adanya virus corona, Presiden Jokowi mengingatkan kepada masyarakat agar imbauan untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah selama adanya wabah virus corona (Covid-19) ini tidak digunakan untuk liburan oleh masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meminta juga kepada seluruh warga Jakarta agar mematuhi Presiden Jokowi untuk mematuhi imbauan bekerja dirumah. Imbauan ini adalah, upaya untuk mencegah penularan virus corona semakin luas.

Dengan adanya imbauan yang diberikan oleh Jokowi, beberapa moda transportasi umum telah melakukan pembatasan penumpang. Seperti, MRT telah membatasi 60 penumpang di dalam satu kereta atau 360 orang per rangkaian kereta MRT.

Presiden Jokowi, juga meminta kepada seluruh kepala daerah untuk membuat kebijakan. Kebijakannya dibuat sesuai dengan kondisi yang ada di daerahnya masing – masing. Menyangkut proses bekerja dan belajar dirumah bagi karyawan dan pelajar mahasiswa.

Jokowi mengaku ia melihat sejumlah masyarakat justru berbondong – bondong menghabiskan waktu ini dengan berlibur. Pergi ke sejumlah tempat wisata pada minggu lalu. Jokowi mengatakan bahwa kebijakan belajar, bekerja dan beribadah di rumah. Ini dilihat oleh masyarakat sebagai kesempatan mereka untuk liburan pergi ke tempat wisata, ia mengatakan ia sempat melihat di hari sabtu dan minggu kemarin di Puncak dan Pantai Carita lebih ramai dikunjungi dari biasanya.

Presiden Jokowi Tentang Kerumunan di Masa Pandemi Virus Corona

Presiden Jokowi khawatir akan masyarakat yang berkerumunan di tempat wisata dapat memperluas penyeberan virus corona (Covid-19), sehingga ia meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga jarak selama berada di area publik seperti pada transportasi publik, terminal bus, stasiun, dan juga bandara supaya dapat mencegah penularan.

Jokowi menekankan bahwa prioritas pemerintah pada saat ini adalah untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) semakin menyebar luas. Sehingga ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk mulai mengurangi kegiatan atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dan juga melakukan social distancing dimana mengurangi kerumunan publik yang dapat berpotensi membawa resiko penyeberan virus corona (Covid-19). Jokowi menekankan tiga hal penting yang harus dilakukan masyarakat sekarang ini adalah mengurangi mobilitas, menjaga jarak dengan orang sekitar, lalu mengurangi berada di kerumunan publik.

READ  Tips Hidup di Jakarta Bagi Para Fresh Graduate

Sebelumnya, Jokowi mengumumkan jumlah kenaikan penderita Covid – 19 yaitu yang mencapai 227 orang di tanggal 18 Maret 2020. Angka tersebut mengalami kenaikan penderita sebanyak 55 penderita virus corona dari yang sebelumnya yaitu 172 kasus Covid-19. Dari jumlah tersebut tercatat 19 pasien meninggal dunia dan 11 lainnya sembuh.

Jokowi juga sudah menetapkan masa tanggap darurat dalam penangan virus corona ini sampai 29 Mei 2020. Pemerintah daerah juga sudah meliburkan aktivitas belajar di sekolah dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan juga perguruan tinggi selama dua pekan.